Quintel Blogger theme

A free Premium Blogger theme.

Kami Siap Melayani Pemesanan Segala Jenis Pupuk Yang berkualitas Dan Berkadar Non Subsidi ke seluruh wilayah di indonesia, Untuk info lebih Lanjut Bisa hub. Alamat Di bawah ini:

Nama : Bpk. Indra
Alamat : Sidayu Gresik
No. Telp : 082391699911
e-mail : indralow1@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Kelapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelapa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Produksi Bibit Kelapa Kopyor dengan Kultur Embrio

Saat ini kebutuhan kelapa kopyor dicukupi dari pohon-pohon kelapa tertentu yang sebagian buahnya kopyor. Jenis pohon kelapa demikian menghasilkan buah normal dan sebagian kecil dari buah yang dihasilkan tersebut termasuk buah kelapa kopyor. Secara alami, embrio buah kelapa kopyor tidak dapat tumbuh menjadi pohon kelapa. Untuk memperoleh bibit kelapa kopyor, dipergunakan bibit berupa buah kelapa yang diambil dari pohon kelapa yang buahnya sebagian kopyor. Bibit ini kelak akan menjadi pohon kelapa yang menghasilkan presentase buah kelapa kopyor sekitar 2,1% sampai 15% dari total jumlah seluruh buah, kendati idealnya memang diharapkan buah kopyor dari pohon tersebut bisa mencapai 100%.


Untuk memperoleh bibit kelapa yang presentase buah kopyornya tinggi,digunakan teknologi kultur embrio kelapa kopyor. Kekopyoran yang terdapat pada suatu buah kelapa ternyata bersifat genetik. Jadi kalau orang berhasil menumbuhkan embrio dari buah kelapa kopyor, buah tersebut akan menghasilkan atau berbuah kopyor dengan persentase yang tinggi. Kegagalan tumbuhnya embrio kelapa kopyor adalah akibat dari abnrmalitasnya daging buah (endosperm) kelapa kopyor tersebut. Daging buah kelapa kopyor cepat membusuk setelah tua, sehingga embrio pun gagal tumbuh karena tak memiliki persediaan makanan. Jadi dalam kultur embrio kelapa kopyor, embrio harus terlebih dahulu disapih dari buahnya lalu ditumbuhkan dalam media buatan sebagai pengganti makanan alamiahnya.

Sebagai bahan tanam pada kultur embrio kelapa kopyor,  embrio kelapa kopyor harus diambil dengan hati-hati dari buah kelapa kopyor, embrio ini kemudian disterilkan dalam larutan kalsium hipoklorit 5% selama 10 menit, lalu dicuci dengan aquades steril hingga 3 kali. Embrio ini kemudian siap untuk dikulturkan. Embrio dapat dikulturkan dalam dua tahap, yakni tahap cair dan tahap padat. Untuk lebih jelasnya mengenai teknik pengkulturan embrio kelapa kopyor tersebut, silakan baca artikel kami yang berjudul teknik pengkulturan kelapa kopyor.

Senin, 15 Juli 2013

Hama Ulat Artona pada Tanaman Kelapa

Ulat artona adalah salah satu hama penting bagi budidaya tanaman kelapa. Ulat yang tergolong dalam family Zyganidae dan ordo Lepidoptera ini hidup dengan melewati 4 fase dalam siklus metamorfosisnya, yakni telur, larva (ulat), kepompong, dan imago (serangga dewasa).


Telur, telur ulat antona berwarna kuning, berbentuk bulat lonjong, dengan panjang 2, 5 mm dan lebar 1,0 mm. Telur biasa diletakan oleh imago betina (kupu dewasa) di luka bekas gerekan kumbang Oryctes pada batang tanaman. Kumbang betina dapat bertelur sebanyak 500 butir setiap kali bereproduksi. Telur akan menetas menjadi larva pada usia 3 sd 4 hari setelah diletakan.

Larva, larva ulat antona berwana putih kekuning-kuningan, bening, berukuran panjang 11 mm. Di sepanjang punggungnya, tampak garis lebar yang berwarna hitam ungu. Kepala larva berwarna kuning kemerah-merahan dan bagian tubuh depan lebih besar dibandingkan bagian tubuh belakang. Larva akan menjadi kepompong setelah usia 17 sd 22 hari dari awal penetasannya.

Kepompong, kepompong ulat artona dibungkus selapis kulit (kokon) berwarna merah sawo matang. Panjang kepompong ini antara 12 sd 14 mm dengan diameter 6 sd 7 mm. Kepompong menjadi imago atau serangga dewasa pada usia 10 sd 12 hari.

Kupu artona, kupu artona berukuran panjang 10 sd 15 mm dengan jarak antar sayap (lebar) 13 sd 16 mm. Sayap biasanya berwarna hitam merah hingga hitam kecoklat-coklatan. Pada bagian kuduk, kupu ini memiliki semacam sisik berwarna kuning. Sisik tersebut juga ada pada bagian bawah dan pinggir sayapnya. Kupu artona duduk hingga dengan ke dua kakinya sepanjang hari. kupu ini duduk berjajar bersama sejenisnya pada  anak daun kelapa yang menggantung atau pada pohon lain. Kupu hanya bergerak dan aktif pada pagi dan sore hari. kupu betina biasanya lebih aktif dengan mengitari beberapa pohon kelapa untuk mencari kupu jantan untuk dibuahi. Biasanya setelah dibuahi, 2 hari kemudian kupu betina akan bertelur dan meletakan telurnya pada lubang-lubang bekas gerekan Oryxtes.

Rabu, 10 Juli 2013

Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa

Iklim
Kelapa dapat tumbuh optimal di daerah tropis yakni yang terletak antara 15 derajat LU sd 15 derajat LS.Kelapa yang di tanam atau tumbuh di luar zona tersebut tidak akan menghasilkan buah seperti tanaman kelapa di Los Angles, Portugal, dan Florida.

Kelapa tumbuh tumbuh baik di daerah yang berketinggian 0 (pesisir pantai) sampai dengan 700 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata tahunan optimum bagi pertumbuhan kelapa adalah 27 derajat Celcius, dengan flutuasi tidak lebih dari 6 sd 7 derajat Celcius.

Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa

Kelapa menghendaki keadaan drainase, kapasitas menahan air, dan penyebaran hujan yang sepanjang tahun dibandingkan jumlah curah hujan yang banyak setiap tahunnya. Keadaan ini tercermin dari pertumbuhan tanaman kelapa yang ada di sekitar pesisir pantai. Kendatipun tanaman tersebut tidak mendapat siraman air hujan, pertumbuhannya tetap optimal akibat keadaan drainase dan kapasitas tanah menahan air yang baik sesuai dengan apa yang dibutuhkan tanaman kelapa.

Intensitas sinar matahari yang tinggi dibutuhkan tanaman kelapa untuk produktivitas hasil yang memuaskan, sedangkan tanaman kelapa yang tumbuh dibawah naungan akan menghasilkan produktivitas yang rendah.

Tanah
Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah seperti tanah aluvial, tanah latosol, dan tanah litoral yang bertipe basir. Yang terpenting adalah tanah-tanah tersebut memiliki struktur, aerasi, dna drainase yang baik. Tanaman kelapa sebaiknya di tanam pada tanah yang memiliki kedalaman solum > 1 meter dengan keadaan air tanah yang tidak menggenang (statis). pH optimal untuk pertumbuhan tanaman kelapa adalah antara 6,0 sd 8,0.

Tanaman kelapa yang tumbuh di tempat yang berdekatan dengan sumber air yang bergerak seperti pesisir pantai atau di tepian sungai umumnya memiliki kualitas pertumbuhan dan produktivitas hasil yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan air-air yang bergerak mengandung banyak oksigen yang penting untuk pernafasan akar kelapa.