Quintel Blogger theme

A free Premium Blogger theme.

Kami Siap Melayani Pemesanan Segala Jenis Pupuk Yang berkualitas Dan Berkadar Non Subsidi ke seluruh wilayah di indonesia, Untuk info lebih Lanjut Bisa hub. Alamat Di bawah ini:

Nama : Bpk. Indra
Alamat : Sidayu Gresik
No. Telp : 082391699911
e-mail : indralow1@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

Taksonomi Tanaman Kacang Tanah

Kacang tanah (Arachis hypogeae) adalah salah satu tumbuhan yang termasuk dalam famili kacang-kacangan (leguminosae). Kacang tanah memiliki 2 sub spesies yakni subspesies hypogeae dan sub spesies fastigiata. Kendatipun terbagi ke dalam 2 spesies penamaan tanaman kacang tanah tetap hanya satu yakni Arachis hypogeae. 

Kacang tanah sub spesies hepogeae atau juga biasa disebut kacang tanah Virginia, memiliki bentuk pertumbuhan merambat atau menjalar, kendatipun juga ada beberapa yang pertumbuhannya tegak. Kacang tanah sub spesies ini memiliki ukuran biji yang lebih besar. Cabang dan bunganya tumbuh berselang seling pada cabang primer dan cabang sekunder, sedangkan batang utamanya tidak ditumbuhi bunga. Pada satu buah batang umumnya dapat tumbuh 5 sd 15 cabang. Umur panen pada kacang tanah sub speies ini adalah antara 4 sd 3 bulan. 

Taksonomi Tanaman Kacang Tanah

Kacang tanah sub spesies fastigiata memiliki 2 tipe yakni tipe Spanish (tipe yang banyak di tanam di Indonesia) dan tipe Valensia. Ke dua tipe ini memiliki sifat pertumbuhan tegak dengan ukuran biji yang lebih kecil. Bunga tumbuh pada ruas batang tanaman secara beruntun. Jumlah cabang pada tanaman kacang sub spesies ini memiliki jumlah yang sedikit, yakni sekitar 2 sd 8 cabang dan tumbuh setinggi batang utama. 

Kendatipun terdiri dari 2 spesies, nama botani kacang tanah tetap satu, yakni Arachis hypogaea L., dan berlaku bagi ke dua sub spesies tersebut. Untuk lebih jelasnya, taksonomi atau kedudukan kacang tanah dalam dunia tumbuhan (Kerajaan plantae) daoat dilihat sebagai berikut: 

Divisio : Spermathopyta
Sub-divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotiledonae
Ordo : Polipetales
Familia : Leguminosae
Genus : Arachis
Spesies : Hypogeae
Sub spesies : Hypogeae dan Fastigiata
Varietas : Gajah, Macan, Anoa, Rusa,  Tupai, dan lain-lain.

Rabu, 10 Juli 2013

Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa

Iklim
Kelapa dapat tumbuh optimal di daerah tropis yakni yang terletak antara 15 derajat LU sd 15 derajat LS.Kelapa yang di tanam atau tumbuh di luar zona tersebut tidak akan menghasilkan buah seperti tanaman kelapa di Los Angles, Portugal, dan Florida.

Kelapa tumbuh tumbuh baik di daerah yang berketinggian 0 (pesisir pantai) sampai dengan 700 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata tahunan optimum bagi pertumbuhan kelapa adalah 27 derajat Celcius, dengan flutuasi tidak lebih dari 6 sd 7 derajat Celcius.

Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa

Kelapa menghendaki keadaan drainase, kapasitas menahan air, dan penyebaran hujan yang sepanjang tahun dibandingkan jumlah curah hujan yang banyak setiap tahunnya. Keadaan ini tercermin dari pertumbuhan tanaman kelapa yang ada di sekitar pesisir pantai. Kendatipun tanaman tersebut tidak mendapat siraman air hujan, pertumbuhannya tetap optimal akibat keadaan drainase dan kapasitas tanah menahan air yang baik sesuai dengan apa yang dibutuhkan tanaman kelapa.

Intensitas sinar matahari yang tinggi dibutuhkan tanaman kelapa untuk produktivitas hasil yang memuaskan, sedangkan tanaman kelapa yang tumbuh dibawah naungan akan menghasilkan produktivitas yang rendah.

Tanah
Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah seperti tanah aluvial, tanah latosol, dan tanah litoral yang bertipe basir. Yang terpenting adalah tanah-tanah tersebut memiliki struktur, aerasi, dna drainase yang baik. Tanaman kelapa sebaiknya di tanam pada tanah yang memiliki kedalaman solum > 1 meter dengan keadaan air tanah yang tidak menggenang (statis). pH optimal untuk pertumbuhan tanaman kelapa adalah antara 6,0 sd 8,0.

Tanaman kelapa yang tumbuh di tempat yang berdekatan dengan sumber air yang bergerak seperti pesisir pantai atau di tepian sungai umumnya memiliki kualitas pertumbuhan dan produktivitas hasil yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan air-air yang bergerak mengandung banyak oksigen yang penting untuk pernafasan akar kelapa.

Kamis, 04 Juli 2013

Kutu Putih (Planococus citri) si Hama Kakao

Kutu putih (Planococus citri) adalah kutu yang dapat menjadi hama dan sekaligus juga dapat menjadi alternatif pengendalian hama lainnya seperti penggerek buah kakao dan penghisap buah kakao. Kutu yang temasuk ke dalam family pseudococeae dan ordo homoptera ini menjadi hama jika menyerang bunga, calon buah, tunas, dan daun-daun muda tanaman kakao. Sedangkan jika menempel pada buah, kutu putih justru dapat mengundang semut hitam yang merupakan predator beberapa hama.

Kutu Putih (Planococus citri) Kakao

Serangan kutu putih pada tunas daun menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak normal pada daun tersebut dan terjadinya pembengkokan pada cabang yang terbentuk dari tunas yang terserang. Serangan kutu putih pada bunga dan calon buah dapat menyebabkan pertumbuhan buah menjadi abnormal. Sedangkan pada buah dewasa, serangan kutu putih tidak menimbulkan masalah yang berarti.

Siklus hidup
Siklus hidup kutu putih dimulai dari imago. Imago yang berwarna orange dan tubuhnya diselimuti lapisan lilin berwarna putih memiliki sepasang sayap tembus pandang pada jantannya sedangkan imago betinanya tidak memiliki sayap. Imago betina meletakan telur tepat dibawah tubuh induknya. Telur tersebut umumnya berwarna putih dan diselimuti benang-benang halus yang juga berwarna putih. Setelah menetas, telur menjadi larva yang berwarna kuning dan tubuhnya dilapisi oleh lapisan lilin yang tidak terlalu tebal.

Pengendalian
Kutu putih dapat dikendalikan dengan mengembangbiakan semut hitam yang dapat mempredasi telur dan memakan selaput atau lapisan lilin pada tubuh kutu putih. Lapisan lilin pada tubuh kutu putih ini diketahui memiliki kandungan zat tepung (karbohidrat) yang sangat disukai oleh semut hitam. Namun, pada intensitas serangan yang terlalu tinggi, populasi kutu putih juga dapat dikendalikan dengan aplikasi insektisida berbahan aktif fosfamidon, karbaril, dan monokrotofos.

Rabu, 03 Juli 2013

Panen Buah Kakao

Panen buah kakao adalah kegiatan memungut atau memetik buah kakao yang telah masak dari pohon, untuk kemudian memecahnya dan mengambil biji-biji basah yang terdapat di dalam buah. Panen dilakukan ketika buah menunjukan ciri-ciri masak yakni perubahan warna alur kulit buah kakao dari hijau menjadi kuning atau dari merah menjadi jingga. Ciri-ciri buah masak juga ditunjukan oleh tangkai buah yang menjadi kering, adanya rongga antar biji dan kulit buah. Dalam kondisi sedemikian, buah kakao yang masak tersebut, jika digoyangkan atau dikocok akan mengeluarkan bunyi.


Di dataran rendah, buah menjadi masak setelah 5,5 bulan dari awal proses penyerbukan, sedangkan di daerah dataran tinggi proses kemasakan buah membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Perkembangan buah kakao pada 40 hari pertama, akan  menjadi sangat cepat sampai umur 75 hari. Selama pertumbuhan embrio, lemak terakumulasi pada biji yang sedang berkembang, pembentukan gula pada pulp terjadi selama 30 sd 40 hari sebelum kakao masak dan siap di petik.

Panen buah umumnya dilakukan setiap 7 sd 14 hari sekali. Jika pemanenan dilakukan pada intensitas lebih dari 14 hari sekali, kemungkinan buah-buah yang kelewat masak dengan biji yang sudah mulai berkecambah akan menjadi semakin besar. Biji-biji yang demikian memiliki kadar lemak yang rendah dan tidak akan laku lagi untuk dijual.

Pemetikan dalam panen buah kakao dapat dilakukan menggunakan pisau atau sabit yang bergalah. Pemetikan pada tangkai buah dilakukan sedekat mungkin dengan buah karena tangkai buah akan menjadi duduk buah dan duduk bunga pada proses produksi buah di fase panen berikutnya. Pemetikan buah dengan cara dipuntir atau cara-cara yang dapat merusak tangkai buah sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan kuantitas panen pada periode berikutnya.

Selasa, 02 Juli 2013

Pemangkasan Tanaman Kakao

Pada tanaman kakao, pemangkasan penting dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap sesuai dengan tujuan budidaya. Pemangkasan kakao dilakukan selain untuk mengkondisikan kebun agar tidak terlalu lembab, juga ditujukan agar produktivitas tanaman kakao menjadi tinggi dan menguntungkan usaha budidaya kakao.

Dalam teknisnya, pemangkasan tanaman kakao terbagi ke dalam beberapa jenis yaitu, pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan produksi.

Pemangkasan Tanaman Kakao

Pemangkasan bentuk

Pemangkasan bentuk dilakukan dengan tujuan agar bentuk tumbuh tanaman sesuai dengan konsep budidaya pertanian dan memudahkan dalam kegiatan-kegiatan usaha budidaya. Pemangkasan bentuk dilakukan pada 2 fase tanaman, yakni ketika tanaman masih muda dan ketika tanaman berada pada fase remaja.

Pemangkasan bentuk pada tanaman muda dilakukan pada saat tanaman kakao berumur antara 8 sd 12 bulan. Pemangkasan dilakukan dengan membentuk percabangan (jourquette) pada ketinggian 1 sd 1,5 meter di atas permukaan tanah. Percabangan pada jourquette diusahakan agar hanya memiliki 3 sd 4 cabang yang letaknya simetris. Tunas-tunas air yang tumbuh antara ketinggian 1 sd 1,5 meter tersebut harus dibuang agar tidak menjadi cabang baru dan akan merusak bentuk tanaman kakao yang ditanam. Cabang-cabang primer yang tumbuh terlalu panjang harus dipotong agar tidak saling bertumpang tindih dengan cabang-cabang primer dari tanaman di sekitarnya.

Pemangkasan bentuk pada tanaman remaja dilakukan pada saat tanaman kakao berumur antara 18 sd 24 bulan. Pemangkasan ini dilakukan dengan membuang semua cabang sekunder (cabang yang tumbuh pada cabang primer) yang tumbuh pada jarak 30 sd 60 cm dari jorquette. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh ke bawah dan mengusahakan penyebaran daun agar supaya mendapat penyinaran yang merata.

Pemangkasan pemeliharaan

Pemangkasan pemeliharaan dilakukan agar pertumbuhan tanaman kakao tetap otimal dan . pemangkasan ini dilakukan dengan membuang tunas air yang tumbuh di sekitar percabangan, membuang cabang-cabang yang kering, cabang yang menggantung, saling melintang, dan bertumpang tindih.

Pemangkasan produksi
Pemangkasan produksi dilakukan dengan tujuan agar tanaman kakao dapat berproduksi secara optimal sesuai dengan kemampuannya. Pemangkasan produksi dilakukan dengan meminimalisasi kelebatan daun melalui pembuangan daun-daun tanaman yang terlindung dari sinar matahari. Dengan pembuangan daun-daun tersebut, fotosintat yang dihasilkan dari metabolisme tanaman akan difungsikan seutuhnya untuk pembentukan buah dan bunga.

Senin, 01 Juli 2013

Klasifikasi Tanaman Kakao

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) adalah tanaman yang berasal dari hutan-hutan Amerika Selatan. Tanaman yang termasuk ke dalam family Sterculiaceae ini pertamakali diusahakan oleh bangsa Indian Aztec. Tanaman kakao memiliki banyak sekali jenisnya, kendati demikian ada 3 jenis yang umum dibudidayakan yakni jenis Criollo, Forastero, serta Trinitario.

Criollo, Forastero, serta Trinitario.


Kakao Criollo
Kakao criollo menghasilkan biji dengan kualitas yang sangat baik. Kakao dari jenis ini juga dikenal dengan istilah kakao mulia, choiced cocoa, fine flavour cocoa, atau edel cocoa. Buah kakao criollo biasanya berwarna merah atau hijau dengan kulit buah yang tipis, berbintil kasar, dan lunak. Biji berbentuk bulat telur, berukuran besar, dan kotiledon berwarna putih saat basah.

Kakao Forastero
Kakao forastero menghasilkan biji dengan kualitas sedang. Kakao dari jenis ini juga dikenal dengan istilah kakao bulk, bulk cacao, dan ordinary cocoa.buah kakao forastero biasanya berwarna hijau dengan kulit yang lebih tebal. Biji berbentuk gepeng dan tipis dengan kotiledon berwarna ungu saat basah.

Kakao Trinitario
Kakao trinitario adalah kakao hybrid dari persilangan kakao criollo dan forastero secara alami, sehingga jenis kakao ini memiliki bentuk yang heterogan dan beragam. Berdasarkan keadaan itu, maka kakao trinitario dibedakan ke dalam 4 golongan yakni angoleta, cundeamor, amelonado, dan calabicillo.
  1. Kakao angoleta; bentuknya lebih mirip dengan criollo, kulitnya kasar, ukurannya besar dan tanpa bottle neck. Biji buah berbentuk bulat dengan endosperm berwarna ungu. Biji umumnya memiliki kualitas yang sangat baik.
  2. Kakao cundeamor; bentuknya lebih mirip dengan kakao angoleta, kulit buahnya agak kasar dan tanpa bottle neck. Biji buah berbentuk gepeng dengan endosperm berwarna ungu gelap. Biji umumnya memiliki kualitas yang sangat baik.
  3. Kakao amelonado; buah berbentuk bulat telur dengan kulit halus dan tidak memiliki bottle neck. Biji buah berbentuk gepeng dengan endosperm berwarna ungu.
  4. Kakao  calabacillo; buah berbentuk bulat pendek dengan kulit buah halus dan tidak memiliki bottle neck. Biji buah berbentuk gepeng dengan endosperm berwarna ungu.

Criollo, Forastero, serta Trinitario.

Kakao trinatario memiliki berbagai hibride, namun yang paling sering dibudidayakan adalah kakao DR (Djati Runggo) dan Hibrid uppertimazone (kakao lindak). Kakao lindak memiliki berbagai keuntungan seperti pertumbuhannya yang cepat, usia TBM hanya 2 tahun, masa panennya sepanjang tahun, tahan penyakit Vaskular Streak Dieback, fermentasi singkat, bentuk buah panjang, dan produktivitasnya tinggi.