Quintel Blogger theme

A free Premium Blogger theme.

Kami Siap Melayani Pemesanan Segala Jenis Pupuk Yang berkualitas Dan Berkadar Non Subsidi ke seluruh wilayah di indonesia, Untuk info lebih Lanjut Bisa hub. Alamat Di bawah ini:

Nama : Bpk. Indra
Alamat : Sidayu Gresik
No. Telp : 082391699911
e-mail : indralow1@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Panen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Panen Kacang Tanah

Panen kacang tanah dilakukan bila 75% polong telah tua. Polong kacang tanah yang sudah tua ditandai dengan biji kacangnya yang telah terisi penuh, kulit polong berwarna hitam dan menjadi keras, kulit biji tipis dan mudah dikelupas, serta kadar air biji polong turun hingga 25%, panen kacang tanah biasanya sudah dapat dilakukan pada usia 90 sd 100 hari setelah tanam tergantung pada varietasnya. Kacang tanah yang terlambat dipanen dapat mengakibatkan biji berkecambah dan polongnya mudah terlepas saat dicabut. Sedangkan kacang tanah yang terlalu cepat dipanen akan mengakibatkan polong yang dipanen memiliki kadar air yang tinggi sehingga mudah keriput bila dikeringkan. Biji yang belum tua tidak baik jika digunakan sebagai benih.



Panen kacang tanah sebaiknya dilakukan dengan membalik tanah di daerah sekitar polong sehingga polong terangkat ke atas. Pembalikan dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul, bajak, atu kultivator. Polong yang terangkat ke atas tersebut kemudian dipetik satu persatu. Panen yang dilakukan dengan cara mencabut tanaman kurang baik dilakukan karena akan banyak polong yang tertinggal di dalam tanah. Jumlah polong yang tertinggal tersebut dapat mencapai 25% dari total jumlah polong yang seharusnya dapat dipanen.

Kacang tanah yang dipanen pada tanah yang gembur atau pada penanaman yang dibuat semacam bedengan akan lebih mudah dilakukan. Pada lahan dengan tanah yang kering, panen akan lebih sulit karena tanah akan padat dan mengikat polong-polong di dalam tanah. Panen pada lahan yang demikian harus disiasati melalu pengairan beberapa saat.

Kacang tanah yang telah dipanen sebaiknya segera dipetik dan dijemur hingga kering. Polong muda, busuk, polong yang pecah, termakan hama, dan yang sudah berkecambah harus disortasi dan dipisahkan. Sortasi polong selain dimaksudkan untuk menjaga mutu hasil panen, juga dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi cendawan pembusuk penyebab aflatoxin.

Rabu, 03 Juli 2013

Panen Buah Kakao

Panen buah kakao adalah kegiatan memungut atau memetik buah kakao yang telah masak dari pohon, untuk kemudian memecahnya dan mengambil biji-biji basah yang terdapat di dalam buah. Panen dilakukan ketika buah menunjukan ciri-ciri masak yakni perubahan warna alur kulit buah kakao dari hijau menjadi kuning atau dari merah menjadi jingga. Ciri-ciri buah masak juga ditunjukan oleh tangkai buah yang menjadi kering, adanya rongga antar biji dan kulit buah. Dalam kondisi sedemikian, buah kakao yang masak tersebut, jika digoyangkan atau dikocok akan mengeluarkan bunyi.


Di dataran rendah, buah menjadi masak setelah 5,5 bulan dari awal proses penyerbukan, sedangkan di daerah dataran tinggi proses kemasakan buah membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Perkembangan buah kakao pada 40 hari pertama, akan  menjadi sangat cepat sampai umur 75 hari. Selama pertumbuhan embrio, lemak terakumulasi pada biji yang sedang berkembang, pembentukan gula pada pulp terjadi selama 30 sd 40 hari sebelum kakao masak dan siap di petik.

Panen buah umumnya dilakukan setiap 7 sd 14 hari sekali. Jika pemanenan dilakukan pada intensitas lebih dari 14 hari sekali, kemungkinan buah-buah yang kelewat masak dengan biji yang sudah mulai berkecambah akan menjadi semakin besar. Biji-biji yang demikian memiliki kadar lemak yang rendah dan tidak akan laku lagi untuk dijual.

Pemetikan dalam panen buah kakao dapat dilakukan menggunakan pisau atau sabit yang bergalah. Pemetikan pada tangkai buah dilakukan sedekat mungkin dengan buah karena tangkai buah akan menjadi duduk buah dan duduk bunga pada proses produksi buah di fase panen berikutnya. Pemetikan buah dengan cara dipuntir atau cara-cara yang dapat merusak tangkai buah sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan kuantitas panen pada periode berikutnya.

Jumat, 21 Juni 2013

Pemanenan Kopi


Tanaman kopi mulai berproduksi pada umur 2,5 – 3 tahun setelah tanam bergantung pada teknik budidaya, iklim, dan jenis tanaman kopi yang ditanam.  Untuk tanaman kopi Robusta, panen dimulai ketika tanaman berumur 2,5 tahun, sedangkan tanaman kopi Arabika, panen dimulai ketika tanaman berumur 2,5 – 3 tahun setelah tanam.  Tanaman kopi yang ditanam di daerah dataran rendah umumnya berproduksi lebih awal dibandingkan dengan tanaman kopi yang ditanam di daerah dataran tinggi.

Panen Kopi

Produksi  buah kopi meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun dan mencapai puncak pada umur antara 7 sampai 9 tahun setelah tanam (TM IV sd VI). Panen puncak pada tahun tersebut dapat menghasilkan produksi kopi beras sebanyak 500 sampai 1.500 kg per ha per tahun, sedangkan jika tanaman kopi dikelola secara intensif produksinya bisa mencapai 2.000 kg per ha per tahun.

Pada daerah-daerah basah, distribusi panen lebih merata daripada di daerah-daerah kering, sehingga masa panennya lebih panjang (April sd Oktober). Rendemen buah kopi, yaitu perbandingan antara berat kopi biji dan berat kopi gelondong berbeda-beda menurut jenis kopinya.  Rendemen kopi Robusta 22 – 24%, kopi Arabika 16 – 18%, dan kopi Liberika 10 -12%. 

Untuk memperoleh mutu yang baik, buah kopi dipetik setelah matang. Buah matang kopi dicirikan dengan perubahan warna buah dari hijau ke merah.  Waktu yang dibutuhkan kuncup bunga hingga menjadi buah kopi yang siap panen adalah antara 8 sd 11 bulan untuk kopi Robusta dan 6 sd 8 bulan untuk kopi Arabika.  Buah kopi masak di musim kemarau, yakni antara bulan April sd Oktober.  Oleh karena pembungaan tanaman kopi tidak serempak, waktu matang buah pun tidak akan bersamaan, sehingga panen buah dilakukan secara bertahap.  Tahapan tersebut antara lain panen pendahuluan, panen raya, dan panen lelesan.

Panen pendahuluan dilakukan antara bulan Februari dan Maret. Panen pendahuluan sebetulnya dilakukan dengan tujuan agar penyebaran beberapa hama dan penyakit yang menyerang buah kopi dapat diminimalisasi, karena buah yang dipanen adalah buah kopi yang terserang hama dan penyakit, khususnya hama bubuk buah. Perlu diketahui bahwa, buah kopi yang terserang hama bubuk buah memiliki kenampilan yang tidak normal karena berwarna kuning sebelum waktunya. Buah kopi yang sudah dipetik, harus segera direbus dan dijemur untuk kemudia diolah secara kering.

Panen raya dilakukan antara bulan Mei dan Juli. Panen ini dilakukan dengan memetik semua buah yang sudah berwarna merah.  Penen raya berlangsung selama 4 sampai 5 bulan dengan intensitas  10 sampai 14 hari sekali.  Pada panen ini, buah kopi yang masih berwarna hijau yang terbawa ketika panen wajib disortasi dan dipisahkan dari buah berwarna merah agar tidak menurunkan mutu buah kopi yang dihasilkan.

Panen racutan adalah panen yang dilakukan untuk mengambil semua buah kopi yang tersisa di pohon setelah panen raya dilakukan.  Dalam praktiknya, panen racutan dilakukan dengan memetik semua buah, baik itu yang sudah berwarna merah matang maupun buah yang masih berwarna hijau.

Panen lelesan adalah panen yang dilakukan dengan mengumpulkan semua buah kopi yang jatuh di sekitar pohon. Panen ini dilakukan agar buah kopi yang tersisa dikebun tidak dijadikan inang berbagai hama tanaman kopi seperti bubuk buah yang dapat menyerang pada panen kopi di tahun berikutnya.

Rabu, 19 Juni 2013

Panen Tanaman Vanili

Tanaman vanili mulai berbunga pada umur 2 tahun setelah tanam. Bunga vanili akan menjadi buah setelah 9 bulan dari terjadinya penyerbukan. Produktivitas panen kali pertama biasanya masih sedikit dan akan terus bertambah di panen-panen tahun berikutnya. Panen tahun ke enam merupakan panen puncak dalam budidaya vanili dan setelah panen tahun ke enam tersebut, produktivitas vanili akan terus menurun hingga tahun ke sepuluh. Di tahun ke sepuluh, tanaman vanili sudah tidak menguntungkan lagi secara ekonomis, meski ia masih dapat bunga dan berbuah oleh karena itu tanaman harus dibongkar dan ditanam ulang (replanting).

Panen pada tanaman vanili hanya dapat dilakukan 1 kali selama 1 tahun dengan masa panen 2 sampai 3 bulan. Masa panen yang panjang terjadi karena kemasakan buah vanili di dalam satu kebun bahkan di satu tandan tidaklah bersamaan. Panen dilakukan dengan memungut buah yang sudah masak morfologis, yakni buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Jika buah yang dipanen masih muda atau sudah kelewat tua, kadar vanilin yang diperoleh dari buah akan sangat rendah, sehingga keuntungan yang diperoleh tidak optimal.

Panen pada tanaman vanili hanya dapat dilakukan 1 kali selama 1 tahun dengan masa panen 2 sampai 3 bulan. Masa panen yang panjang terjadi karena kemasakan buah vanili di dalam satu kebun bahkan di satu tandan tidaklah bersamaan. Panen dilakukan dengan memungut buah yang sudah masak morfologis, yakni buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Jika buah yang dipanen masih muda atau sudah kelewat tua, kadar vanilin yang diperoleh dari buah akan sangat rendah, sehingga keuntungan yang diperoleh tidak optimal.

Buah vanili muda ditandai dengan warna polong yang masih hijau, masih terdapatnya sisa bunga pada pucuk, dan bentuk buah masih bengkok. Buah vanili yang masak morfologis ditandai dengan menguningnya bagian pucuk buah dan tidak terdapat lagi sisa bunga seperti pada buah vanili muda. Sedangkan buah vanili yang sudah kelewat tua biasanya berwarna kuning menyeluruh.

Pemanenan buah dilakukan dengan memetik buah masak satu persatu dari tandannya menggunakan tangan. Pemetikan buah dalam satu tandan secara langsung tidak diperkenankan karena semua buah dalam satu tandan tidak mungkin masak secara bersama-sama yang pada akhirnya dapat merusak mutu buah dan hasil olahan yang diperoleh. Buah vanili yang siap panen ukurannya beraneka ragam antara 15 sampai 25 cm tergantung varietas tanaman dan pemeliharaannya. Untuk mendapatkan 1 kg buah vanili kering biasanya dibutuhkan 4 sampai 5 kg vanili basah. Produktivitas kebun dengan populasi 5.000 pohon (jarak tanam 1 x 1,5 m) rata-rata mencapai 2.000 sampai 3.000 kg buah vanili basah setiap tahunnya.