Quintel Blogger theme

A free Premium Blogger theme.

Kami Siap Melayani Pemesanan Segala Jenis Pupuk Yang berkualitas Dan Berkadar Non Subsidi ke seluruh wilayah di indonesia, Untuk info lebih Lanjut Bisa hub. Alamat Di bawah ini:

Nama : Bpk. Indra
Alamat : Sidayu Gresik
No. Telp : 082391699911
e-mail : indralow1@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Kedelai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kedelai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Kahat Nitrogen pada Tanaman Kedelai

Nitrogen adalah komponen utama penyusun protein (asam amino), enzim, klorofil, enzim, dan vitamin pada tanaman. Nitrogen oleh tanaman diserap dalam bentuk nitrit (NH3) dan Amonium (NH4). Nitrogen merupakan unsur yang mudah ditranslokasikan (mobile) ke seluruh bagian tubuh tanaman. Oleh karena itu gejala kekahatan nitrogen akan nampak pada daun-daun tua. Kekahatan nitrogen pada tanaman kedelai muda, menunjukan gejala daun berwarna hijau pucat dan berangsur-angsur menjadi kuning pucat pada kondisi kekahatan yang berat. Sedangkan pada tanaman kedelai tua, kekahatan Nitrogen akan menunjukan gejala berupa menguningnya daun tanaman bagian bawah dan pada keadaan kekahatan yang parah, daun-daun tersebut kemudian akan gugur.

Nitrogen adalah komponen utama penyusun protein (asam amino), enzim, klorofil, enzim, dan vitamin pada tanaman.

Secara umum, kahat nitrogen menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan kerdil, batang tanaman menjadi berwarna kemerah-merahan, perkembangan polong kedelai terhambat, daun menguning dan berdinding tebal sehingga daun tersebut menjadi kasar, keras, dan berserat.

Kekahatan nitrogen sangat sering terjadi umumnya pada budidaya kedelai di lahan yang memiliki tanah bertekstur pasir dan tanah-tanah yang memiliki derajat kemasaman (pH) rendah. Pada tanah-tanah yang demikian, aktivitas mikroorganisme tanah terutama mikroorganisme yang berfungsi sebagai penambat nitrogen menjadi terhambat. Karena perlu diketahui bahwa tanaman kedelai mampu memfiksasi nitrogen dari udara sebanyak 46 kg N per hektar. Jumlah penambatan nitrogen dari udara tersebut telah mencukupi ½ kebutuhan nitrohen selama hidupnya. Penambatan nitrogen dari udara dibantu oleh adanya bakteri rhizobium pada bintil akar tanaman kedelai. Pada lahan-lahan yang sebelumnya pernah ditanami kedelai, umumnya memiliki populasi rhizobium alami yang tinggi.

Pada tanah-tanah yang memiliki kandungan N-total sebanyak < 0,1%, tanaman kedelai harus dipupuk dengan dosis antara 23 sd 35 kg N tiap hektarnya. Pemupukan tersebut lebih diprioritaskan pada saat tanaman masih dalam fase vegetatif (tanaman masih muda). Pada fase generatif (tanaman mulai membentuk polong), kandungan Nitrogen sebesar 4,01 % pada daun muda yang sudah terbuka dianggap cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan polong kedelai.

Selasa, 09 Juli 2013

Lalat Bibit Kacang (Ophiomya phaseoli)

Lalat bibit kacang (Ophiomya phaseoli) adalah salah satu hama penting yang sering menyerang pada tanaman kedelai dan kacang-kacangan lainnya. Lalat ini menyereang sejak tanaman mulai muncul atau tumbuh di permukaan tanah hingga 10 hari setelahnya. Lalat yang tentu saja masuk dalam ordo diptera ini masuk dalam family Agromyzidae.

Lalat Bibit Kacang (Ophiomya phaseoli)


Lalat betina meletakan telurnya pada tanaman muda yang baru tumbuh dipermukaan tanah. Telur tersebut biasanya diletakan dalam lubang tusukan yakni antara jaringan epidermis atas dan bawah keping biji. Telur lalat iniberwarna putih seperti mutiara dengan bentuk lonjong berukuran panjang 0,31 mm dan lebar 0,15.  Telur tersebut setelah selang 2 hari dari awal peletakannya akan menetaskan dan mengeluarkan larva . larva tersebut akan menggerek keping biji kacang yang ditanam atau ke pangkal helaian daun pertama dan ke dua. Jika gerekan dimulai dari batang, larva akan menggerek hingga pangkal batang dan kemudian bermetamorfosis menjadi kepompong. Kepompong berwarna kuning pada awalnya kemudian menjadi kecoklat-coklatan. Panjang larva dan kepompong biasanya mencapai 3, 75 cm.

Serangan lalat kacang dapat diidentifikasi melalui adanya bintik-bintik putih pada pangkal daun pertama atau pada keping biji yang di tanam. Bintik-bintik tersebut merupakan bekas tusukan lalat kacang betina saat meletakan telur.

Serangan lalat kacang pada tanaman dapat dicegah melalui penggunaan mulsa jerami. Penggunaan mulsa jerami dimaksudkan agar lalat kacang betina kesulitan jika akan meletakan telurnya pada bibit muda. Jika dalam intensitas serangan yang tinggi yakni telah mencapai ambang batas kendali dengan kerapatan populasi sekitar 50 imago per rumpun, lalat kacang dapat dikendalikan melalui aplikasi insektisida sistemik pada saat tanaman atau bibit yang ditanam berumur 7 hari.