Quintel Blogger theme

A free Premium Blogger theme.

Kami Siap Melayani Pemesanan Segala Jenis Pupuk Yang berkualitas Dan Berkadar Non Subsidi ke seluruh wilayah di indonesia, Untuk info lebih Lanjut Bisa hub. Alamat Di bawah ini:

Nama : Bpk. Indra
Alamat : Sidayu Gresik
No. Telp : 082391699911
e-mail : indralow1@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Botani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Botani. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juni 2013

Morfologi Tanaman Cempedak

Cempedak (Arthocarpus champeden Spreng.) adalah tanaman pohon yang tingginya dapat mencapai 25 meter yang penampilan fisiknya hampir mirip dengan nangka dan tergolong ke dalam famili euphorbiceae. Perbedaan mencolok antara penampilan fisik tanaman nangka dan cempedak terletak pada percabangannya yang lebih lebat serta batangnya lebih lurus dan lebih tinggi.

Morfologi Tanaman Cempedak

Akar
Seperti halnya nangka, cempedak juga berakar tunggang dengan percabangannya yang banyak. Fungsi utama akar adalah menyerap unsur hara dari tanah, selain juga sebagai penopang tegaknya tanaman.

Batang

Secara umum, batang cempedak lebih kecil dibandingkan tanaman nangka dengan diameter optimal 15 sampai 20 cm. Karena tergolong ke dalam famili euphorbiceae, batang cempedak mengandung getah yang pekat. Batang cempedak memiliki permukaan berbulu halus dan berwarna coklat keabu-abuan. Batang cempedak juga sangat cocok untuk dijadikan bahan baku pembuatan perkakas rumah tangga karena tergolong kuat dan tahan rayap.

Daun

Daun cempedak tergolong daun tunggal dengan tekstur lebih lemas dibandingkan daun nangka. Karena ditumbuhi bulu-bulu halus, daun cempedak yang berwarna hijau ini memiliki tekstur yang kasar jika diraba.  Daun muda atau yang masih kuncup selalu diselubungi stipula yang berwarna cokelat. Stipula tersebut akan gugur dengan sendirinya jika daun menua.

Bunga
Seperti nangka, bunga cempedak juga merupakan bunga majemuk. Bunga tersusun dalam bunga periuk yang berbentuk bulat panjang. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan bunga betina yang tumbuh terpisah, sehingga tanaman cempedak tergolong tanaman berumah satu.

Buah
Setelah terjadi penyerbukan, bunga betina akan tumbuh menjadi buah cempedak yang umumnya berbentuk bulat memanjang. Ukuran rata-rata buah cempedak adalah panjang 40 cm dan diameter 20 cm. Duri pada kulit buah cempedak tidak setajam dan sekasar buah nangka. Buah cempedak berwarna hijau kekuning-kuningan ketika masih muda dan menjadi kuning kecoklatan jika sudah tua (masak).
Daging buah (nyamplung) cempedak berbentuk tipis, lunak, berserat, dengan warna putih kekuning-kuningan dan aromanya yang sangat kuat.meski kulit buah dan daminya dilepas, nyamplung akan tetap menempel pada tangkai buah, karena ikatannya dengan tangkai daun sangat erat.

Biji

Biji cempedak berukuran lebih kecil dibanding biji nangka dengan bentuk agak bulat, persis seperti daging buahnya. Sama seperti nangka, biji cempedak juga dapat dikonsumsi setelah direbus.

Sabtu, 08 Juni 2013

Pengertian dan Jenis Buah Tanaman

Secara botanis, buah normal adalah suatu bagian tanaman yang terbentuk dari hasil penyerbukan bunga dan biasanya mengandung biji yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tanam melalui perbanyakan secara generatif. Secara umum, buah dibagi kedalam beberapa macam yakni buah tunggal, buah tunggal kering, buah tunggal berdaging, buah agregat, dan buah berganda.

Pengertian dan Jenis Buah Tanaman

Buah tunggal adalah buah bakal buah yang masak dari dari satu putik, baik bunga tunggal maupun bunga majemuk, buah tunggal dapat kering atau berdaging.

Buah tunggal kering adalah buah sewaktu masak/matang menjadi keras seperti kulit, tipis seperti kertas, atau seperti kayu.  Contaoh adalah buah widuri,kacang tanah, dan buah kemiri.

Buah tunggal berdaging adalah buah dengan sebagian atau seluruh dinding buahnya berdinding pada waktu masak yang diklasifikasikan sebagai buah tunggal berdaging seperti buah kurma, terong besar, cabai dan rambutan.  Buah tersebut adalah buah yang digolongkan sebagai buah buni, yaitu seluruh isi dinding bakal buah menjasi masak.

Buah agregat adalah buah yang berkembang dari suatu bunga yang memiliki putik tunggal, buah tersebut berkembang menjadi buah batu yang sangat kecil dan menempel satu sama lain tetapi terpisah sebagai unit tersendiri dari dasar bunga yang kering melengkung berbentuk kubah.

Buah berganda adalah buah yang terjadi dari sekelompok bunga yang amat berdekatan, bukannya dari bunga tunggal.  Buah yang dihasilkan dari tiap bunga dan saat matang tinggal bersama dalam satu massa.  Sebagai contoh adalah buah sukun (Artocarpus communis) dan nenas.  Buah tersebut terbentuk dari bunga dengan pistil tunggal.